Pemerintahan

Januari-Mei 2022, 563 Pasutri di Rembang Cerai.

REMBANG, detakjateng – Dalam kurun waktu lima bulan (Januari-Mei) 2022, sedikitnya 563 pasangan suami istri (Pasutri) di Rembang, ajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama (PA) Rembang. Dan kasusnya didominasi oleh pihak istri yang menggugat suami. 

Pengadilan Agama (PA) Rembang mencatat dari angka tersebut, 422 di antaranya atau 75 persennya merupakan cerai gugat, sedangkan 25 persen sisanya cerai talak.


“Total ada sebanyak 563 angka perceraian, 75 persennya (422 kasus, red) merupakan cerai gugat, sisanya cerai talak,” ungkap Panitera PA Rembang Nur Aziroh, kepada media.

Nur Aziroh mengatakan, pemicu kasus cerai di Rembang didominasi karena faktor ekonomi. Selain itu ada juga karena faktor kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan orang ketiga atau perselingkuhan.

“Kalau berdasarkan sebaran wilayah, ada dua kecamatan yang terbilang tinggi kasus perceraiannya. Yakni Kragan dan Sarang,” tuturnya.

Sementara itu, pada semester pertama tahun 2021, angka perceraiannya mencapai 598 kasus. Dari angka tersebut 410 di antaranya adalah cerai gugat, sedangkan 188 sisanya adalah cerai talak.

Terpisah, Ketua Organisasi Perempuan Fatayat NU Rembang, Raabiatul Bisyriyah mengatakan, untuk menekan angka perceraian pihaknya mendukung program Kementerian Agama (Kemenag) yakni pendidikan calon pengantin. Dia berharap pendidikan ini bisa dilaksanakan hingga ke tingkat desa.

“Dengan begitu diharapkan mampu menekan angka perceraian. Fatayat siap bekerja sama dengan dinas terkait untuk sosialisasi pentingnya penyuluhan terhadap Catin,” ujar Ning Iyah, sapaan akrab Raabiatul Bisyriyah Sybt.

Putri keempat KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus ini pun meminta supaya instansi terkait tidak mudah memberikan dispensasi nikah untuk mereka yang belum cukup umur.

“Harapannya juga jangan terlalu mudah memberikan dispensasi nikah untuk yang belum cukup umur,” pungkasnya.
 (Daryono)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 1 =

Back to top button