Pemerintahan

Pemkab Purworejo Targetkan 2023 Tak Ada Warga BAB Sembarangan

PURWOREJO, detakjateng-Kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan warga Kabupaten Purworejo masih sangat tinggi. Dari 35 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah, kabupaten ini berada di posisi ke-30.

Karena hal itulah, perlu peran serta aktif seluruh masyarakat untuk menghilangkan kebiasaan BAB sembarangan. Salah satunya adalah dengan strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

“STBM merupakan program nasional di bidang sanitasi yang bersifat lintas sektor. STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan,” kata Wakil Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti.

Wabup Yuli menyampaikan hal tersebut pada acara penyerahan Sertifikat Desa ODF (Open Defecation Free) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan untuk 33 desa/kelurahan. Acara yang dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo itu dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dr Sudarmi, MM, Kepala Dinas PUPR Suranto, perwakilan Puskesmas serta para kepala desa penerima sertifikat.

“Strategi STBM diharapkan dapat menurunkan kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti diare, ISPA, leptosipirosis, stunting dan penyakit lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk mendukung terwujudnya akses universal dimana 100% masyarakat mengakses air minum, 0% lingkungan kumuh dan 100% masyarakat akses terhadap sanitasi,” jelas Wabup Yuli.

Jumlah desa ODF atau yang warganya tidak BAB sembarangan di Kabupaten Purworejo sampai dengan tanggal 31 Mei 2022 sebanyak 259 desa (52,42%). Persentase Desa ODF tertinggi di Kecamatan Purwodadi yaitu 97,5%, sedangkan presentase Desa ODF terendah di Kecamatan Loano .

“Padahal saya tahu sendiri, sejak tahun 1980 an program seperti ini sudah ada. Tapi entah mengapa sampai sekarang belum juga selesai. Kalau di desa bisa menggandeng PKK, biasanya Ibu-ibu PKK sangat bersemangat,” ungkap Wabup.

Sementara itu, Kepala Dinkes Purworejo, dr Sudarmi mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada 33 kepala desa/kelurahan, tokoh masyarakat dan semua komponen sehingga dapat mencapai desa ODF atau Stop Buang Air Besar Sembarangan. Sudarmi berharap desa-desa lain dapat menyusul sehingga Purworejo bisa terwujud sebagai Kabupaten ODF karena sampai saat ini baru 259 desa/kelurahan yang menerima ODF.


“Tahun ini baru ada 13 yg masuk desa ODF dan target kita 2023 sudah selesai semua. Karena kita juga menyesuaikan RPJM Provinsi tahun 2023. Monggo kita kroyok bareng-bareng agar cepat tuntas,” pungkas dr Darmi. (ADV)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + twenty =

Back to top button