Hukum, Kriminal Dan Militer

Polisi Rekonstruksi Adegan Pembunuhan Pasutri Oleh Adik Kandung

KEBUMEN, detakjateng-Penyidik pada Satreskrim Polres Kebumen melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan pasangan suami dan istri (pasutri) yang menggemparkan warga Desa Karanggedang, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen awal Juni 2022 lalu. Tersangka peristiwa sadis ini adalah Teguh Santoso (5), sedangkan dua korban yakni Warsono (69) dan Tari Sulastri (67).

Korban Tari Sulastri adalah kakak kandung tersangka Teguh. Untuk menghindari kerumunan massa dan amarah keluarga korban, rekonstruksi digelar di lapangan tenis Mapolres Kebumen, Rabu (8/6/2022). Ada 16 adegan yang diperagakan oleh tersangka dalam rekonstruksi tersebut. Rekonstruksi juga dihadiri oleh Jaksa dari Kejari Kebumen, petugas medis serta dokter dari RS Margono Soekarjo Purwokerto.

Adegan pertama dimulai dari tersangka mendatangi rumah korban yang tak jauh dari rumahnya, Rabu malam (1/6/2022) sekitar pukul 19.30 WIB. Dalam adegan tersebut diketahui bahwa pria yang telah mekutih rambutnya itu membawa sebatang pipa besi. Tersangka kemudian terlibat cek cok dengan korban Tari Sulastri di kamar depan.

Cek cok berakhir saat tersangka yang nerupakan adik kandung Tari Sulastri, memukulnya berulang kali dengan pipa besi dibagian kepala. Akibat pukulan bertubi-tubi itu, korban tewas seketika dilokasi. Melihat kakaknya tewas tersangka kemudian menyeret jasad korban ke kamar tidur belakang.

“Usai dipastikan tewas, jasad korban perempuan diseret ke kamar tidur belakang oleh tersangka. Selang beberapa saat kemudian suami korban datang dari Masjid usai menunaikan Salat Isya berjamaah dan melihat ceceran darah. Ia pun mengikuti jejak darah tersebut sampai ke kamar. Sampai di sepan kamar, korban laki-laku disambut dengan hantaman pipa besi dibagian kepala dan jatuh tersungkur,” ujar KBO Reskrim Polres Kebumen, Ipda Edy Wibowo yang memimpin jalannya rekonstruksi.

Tim Forensik dari Rumah Sakit Margono Soekarjo, dr Zaenuri menambahkan, untuk korban laki-laki selain luka dibagian kepala, penyebab tewas adalah terdapat luka benturan di jantung korban.

“Hasil autopsi pada jasad korban laki-laki ada luka tepat di jantung. Dilihat dari rekontruksi tadi setelah dipukul pada bagian kepala korban terjatuh dan dada korban tepat mengenai kursi,” jelas dr Zaenuri usai menyaksikan langsung rekontruksi.

Rekonstruksi ini untuk menyesuaikan keterangan tersangka, saksi dan fakta di lapangan. Hasil rekontruksi menunjukkan penyebab pasti kematian kedua korban akibat pukulan benda keras dari pipa besi yang berulang kali di kepala korban. 

Kapolres Kebumen, AKBP Burhanuddin, melalui PS Kasubsi Penmas, Aiptu Catur menerangkan bahwa, dalam waktu dekat kasus ini akan dilimpahkan ke Kejari Kebumen. Tersangka dijerat menggunakan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana yang ancaman hukumannya pidana mati atau penjara seumur hidup.

Seperti diberitakan sebelumnya, hanya gara-gara merasa sakit hati karena pembagian panen dianggap tak adil, tersangka TS diduga tega menganiaya kakak perempuannya, Tari Sulastri hingga tewas. Tak hanya itu, tersangka Teguh juga diduga nekat membunuh kakak iparnya. Karena ketakutan, Teguh kemudian menyerahkan diri ke Polsek Sruweng. (NING)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − six =

Back to top button