Pemerintahan

Rawan Bencana, Wabup Minta Masyarakat Purworejo Selalu Waspada

PURWOREJO, detakjateng-Wilayah Kabupaten Purworejo terdiri dari dataran, pegunungan, perbukitan dan pantai memungkinkan terjadinya berbagai jenis ancaman serta memiliki potensi bencana yang tinggi.

Demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti, SH dalam rilis Dinkominfo, Rabu (15/6/2022) pada saat kegiatan Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan Tahun 2022 di Kecamatan Kemiri.

Kecamatan Kemiri merupakan wilayah dataran tinggi dan dataran rendah, terdapat 15 desa yang rawan longsor, 6 desa rawan banjir dan ada 4 desa yang rawan kekeringan. Guna mengurangi dampak bencana, Tema yang diambil dalam koordinasi itu adalah Sosialisasi Penanggulangan Bencana di Kecamatan Kemiri, bertempat di pendopo kecamatan.

Selain Wabup, hadir dalam acara tersebut antara lain, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Bambang Susilo, Ka Dinsosdaldukkb Ahmat Jaenudin, SIP, MM, Kepala Pelaksana BPBD Budi Wibowo SSos MSi, Kabag Pemerintahan Setda Sudaryono, SSos dan lainnya.

“Untuk itu saya Pemerintah Kecamatan Kemiri bersama pemdes dan seluruh komponen masyarakat harus bahu-membahu mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya bencana,” harapnya.

Menurut Wabup, berdasarkan perhitungan BNPB tentang Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2020, indeks resiko bencana Kabupaten Purworejo menempati urutan ke 115 tingkat Nasional dan peringkat 4 tingkat Provinsi Jawa Tengah, dengan kelas risiko tinggi.

“Pengetahuan dan pemahaman mengenai kebencanaan dan penanggulangannya harus dimiliki setiap individu, mengingat Kabupaten Purworejo merupakan daerah yang memiliki rawan bencana. Untuk itu harus diwaspadai dengan mengetahui potensi bencana yang terdapat di daerah tempat tinggal,” tandasnya.

Kalak BPBD Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo mengungkapkan, ada sembilan potensi ancaman bencana di Kabupaten Purworejo. Ancaman bencana itu meliputi tanah longsor, banjir, cuaca ekstrim, kekeringan, kebakaran hutan/lahan, gempa bumi, tsunami, gunung api dan pandemi.

Sementara Ka DinsosdaldukKB, Ahmad Jainudin menyampaikan bahwa, jenis bencana yang ditangani oleh bidang sosial pada saat dan setelah masa tanggap darurat bencana adalah korban bencana alam dan korban bencana sosial.

“Peran Dinsosdalduk KB adalah memastikan pelaksanaan standar pelayanan, mendirikan dapur umum, menjaga stok logistik serta mendampingi sosial kemasyarakatan,” pungkas Jainudin. (ADV)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + 8 =

Back to top button