Pemerintahan

Mbah Paryati ke Bupati: “Kalau Saya Nunggu Bapak Selesai Acara, Kerjaan Saya Nggak Selesai”

PURWOREJO, detakjateng-Ada yang menarik dari acara penyerahan bantuan kambing ras Kaligesing oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian. Usai memberikan sambutan pada kegiatan milik Unit Pengelola Kegiatan Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (UPK DAPM) itu, Agus Bastian lalu menghampiri beberapa ibu-ibu yang tengah menanam padi di belakang panggung acara. Dihampiri oleh orang nomor satu di Kabupaten Purworejo itu tentu membuat ketiga perempuan tersebut kaget.

Mereka nampak canggung ketika diajak ngobrol oleh politisi Partai Demokrat ini. Dengan menggunakan Bahasa Jawa Halus Bastian pun berbincang cukup lama dengan tiga buruh tanam padi.

“Ya saya tahu ada acara, tapi kalau saya nunggu Bapak selesai, saya hanya duduk manis nanti nggak selesai,” jawab Mbah Paryati, salah satu buruh tanam padi dengan Bahasa Jawa kromo.

Usai berbincang dengan bupati, Mbah Paryati mengaku malu dan sungkan saat diajak berbincang.

“Tadi Pak Bupati menanyakan airnya bagaimana saya jawab nggak masalah, pupuk tersedia. Saya belum pernah ketemu baru kali ini, Pak Bupati orangya baik, halus, ngendika (bicara) juga oakai Bahasa Jawa Kromo. Benar-benar kaget kok tiba-tiba mendatangi kami,” kata Mbah Paryati, warga Desa Tlogoguwo ini.

Perempuan ini juga mengaku penerima manfaat bansos PNPM. “Saya dapat kambing, sudah menggulirkan ke anggota lain. Sudah tiga kali melahirkan, yang dua saya jual untuk kebutuhan,” terang Paryati.

Sebagai informasi, UPK DAPM dulunya adalah PNPM Mandiri yang kini telah dihentikan. Untuk Kabupaten Purworejo, modal awal SPP UPK di 15 kecamatan sebesar Rp27,4 miliar. Saat ini dengan pengelolaan yang baik oleh UPK untuk kegiatan ekonomi masyarakat, berkembang assetnya menjadi Rp75,4 M. Sedangkan dana sosial yang sudah dibagikan ke masyarakat mencapai Rp10, 8 M. ADV

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 3 =

Back to top button