Pendidikan Dan Budaya

151 Kontingen Ramaikan Pawai Kebangsaan Kabupaten Purbalingga


PURBALINGGA, detakjateng РSebanyak 151 kontingen/pasukan menjadi peserta meramaikan Pawai Kebangsaan Kabupaten Purbalingga dalam memperingati HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Minggu (21/8) di Alun-alun Purbalingga. Pawai dimulai dari GOR Goentoer Darjono, kemudian menyusuri rute ke Jalan Komisaris Polisi Notosumarsono РJalan Ahmad Yani РJalan Jenderal Soedirman РAlun-alun Purbalingga dan berakhir di Jalan Jenderal Soedirman (Timur) depan Kantor PLN.

Sebanyak 151 kontingen ini terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Vertikal, BUMD dan Rumah Sakit, SMP, SMA/SMK/MA, Pemerintah Kecamatan, Korwilcam Dindikbud, Perusahaan Swasta, Organisasi Kemasyarakatan dan Komunitas. Masing-masing menampilkan tema kebangsaan, terutama kostum dan peran semangat perjuangan Jenderal Besar Soedirman, ada juga potensi lokal, marching band, seni budaya dan unjuk kebolehan lainnya.

“Kita tahun ini khususnya di Bulan Agustus memang mengambil sub tema ‘Semangat Juang Panglima Besar Jenderal Soedirman kita jadikan momentum Hari Kemerdekaan RI untuk mewujudkan Purbalingga Hebat, Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat. Ini juga mengedukasi masyarakat bahwa di Purbalingga pernah lahir pahlawan besar nasional yaitu Panglima Besar Jenderal Soedirman,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM saat diwawancarai di Alun-alun Purbalingga.

Dari fakta itu, sebagai masyarakat Purbalingga seharusnya berbangga karena Jenderal Soedirman lahir di Purbalingga. Ia berharap dengan pawai yang bernilai edukasi ini semangat juang nasionalisme Jenderal Soedirman senantiasa menular kepada masyarakat Purbalingga.

Terkait dengan Pawai Kebangsaan ini, Pemkab Purbalingga melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sengaja menyelenggarakannya untuk menyemangati masyarakat. “Ini dalam rangka memotivasi masyarakat agar di tahun ini bangkit dari keterpurukan after Pandemi Covid-19,” lanjut Bupati.

Dengan semarak momentum Agustusan ini, ia berharap rasa nasionalisme bisa terbangun dengan baik, rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan bisa terus terbangun. Sebab pembatasan-pembatasan Pandemi Covid-19 yang lalu masyarakat jarang berkumpul dan bertemu. (*)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × four =

Back to top button