Pendidikan Dan Budaya

KPU Purbalingga Ajak Siswa SMPN 3 Purbalingga Kelak Jadi Pemilih Cerdas

PURBALINGGA–Anggota Divisi Partisipasi Masyarakat, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kampanye – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga, Andri Supriyanto, S.Pd mengajak para siswa SMP Negeri 3 Purbalingga, kelak jika sudah memenuhi syarat sebagai pemilih pada Pemilihan Umum , agar menjadi pemilih yang cerdas.

“Jangan mudah tergoda oleh iming-iming uang dan harus jujur. Kalau mudah tergoda oleh iming-iming uang, itu namnya pemilih murahan,” ujar Andri Supriyanto pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Aula SMPN 3 Purbalingga, Kamis (22/9/2022).

Kegiatan dengan tema “Suara Demokrasi” ini, dibuka oleh Kepala SMP Negeri 3 Purbalingga Subarno, S.Pd, dan diikuti 256 siswa Kelas VII.

Selain Andri Supriyanto, pemateri lainnya Misrad SE , anggota komisoner Bawaslu Purbalingga dari Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga, dan Sapto Suhardiyo, SSTP ST, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga.

Andri Supriyanto yang mantan guru SD, SMP dan SMA/SMK ini tampil interaktif, sehingga siswa antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Andri Supriyanto menegaskan, Pemilu adalah wujud dari demokrasi. Di sekolah, pembelajaran demokrasi dilakukan melalui pemilihan ketua OSIS.

“SMPN 3 Purbalingga pekan depan akan menggelar Pemilihan Ketua OSIS. Mari kita sukseskan kegiatan demokrasi ini dengan menjadi pemilih yang cerdas,” ajak Andri Supriyanto.

Pemilih cerdas itu, lanjut Andri Supriyanto, pemilih yang memilih calon pemimpin bukan hanya dari sosoknya saja. “Tapi kita harus menggali lebih dalam calon yang akan kita pilih. Bagaimana visi dan misinya, bagaimana karakternya, bagaimana cara bicaranya, bagaimana cara memimpinnya dan sebagainya. Dan yang penting, meskipun kita beda pilihan, kita tidak boleh menjelek-jelekkan calon lainnya,” ujar Andri Supriyanto.

Andri Supriyanto menegaskan, perbedaan dijamin di negara Indonesia. “Bangsa Indonesia yang memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika, menjamin adanya perbedaan. Meskipun kita berbeda suku, agama, kepercayaan , ras , golongan dan sebagainya, namun kita harus bersatu. Sebagai pelajar, kalian harus menjunjung persatuan demi kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Andri. (*)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + seven =

Back to top button