Hukum, Kriminal Dan Militer

Operasi Zebra Candi, ini Jenis Pelanggaran yang Jadi Prioritas Penindakkan

PURWOREJO, detakjateng-Operasi Zebra Candi 2022 digelar mulai hari ini, Senin (03/10/2022) hingga 16 Oktober mendatang. Dalam apel gelar pasukan Wakapolres Purworejo, Polda Jateng, Kompol Aldino Agus Anggoro menyampaikan bahwa, jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Purworejo tahun 2021 naik sekitar 59% dari tahun 2020.

“Pada tahun 2020 terjadi 380 kecelekaan lalulintas (laka lantas). Sedangkan pada tahun 2021 naik menjadi 605 peristiwa kecelakaan. Bertambah 225 atau sekitar 59%,” kata Kompol Aldino dalam sambutannya pada Apel Gelar Pasukan Operasi Camdi Zebra 2022 di halaman Mapolres Purwprejo, Rabu (03/10/2022).

Sedangkan jumlah korban meninggal dunia akibat laka lantas tahun 2021 juga mengalami kenaikan sebanyak 19% dari tahun sebelumnya. “Sebanyak 31 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di tahun 2021, naik 19% dari tahun 2020 sejumlah 26 orang meninggal akibat laka lantas,” tambah Wakapolres.

Total personel yang terlibat operasi ada 58 dengan 9 atensi pelanggaran. Untuk mengatasi masalah di bidang lalulintas, perlu dilakukan berbagai upaya agar tercipta kamseltibcar lantas. Seluruh stake holder juga diberdayakan agar bisa diambil langkah yang komprehensif dalam.menyelesaikan permasalahan lalu lintas.

Pada pelaksanaan Operasi Zebra Candi Tahun 2022, lanjut Kompol Aldino, tidak berorientasi pada penegakan hukum lantas atau tilang. Seluruh kegiatan mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humas didukung dengan kegiatan penegakan hukum secara elektronik dan tentunya dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan.

Saat dihubungi melalui pesan Whats App, Kasat Lantas Polres Purworejo, AKP Andika menyebutkan, ada 9 jenis pelanggaran yang mendapatkan atensi. “Operasi Zebra Candi Tahun 2022 ini, semua pelanggaran akan ditindak, tapi yang jadi atensi ada 9. Penegakkan hukumnya tetap pakai E-tilang,” jelas AKP Andika.

Adapun ke-9 jenis pelanggaran yang menjadi atensi, menurut AKP Andika adalah, pengendara yang menggunakan HP saat mengemudi. Kemudian, pengemudi di bawah umur, pengemudi sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu.

Pelanggaran lain adalah, jika pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm (bukan helm SNI), pengemudi dan penumpang (mobil) tidak mengenakan safety belt, mengemudi dalam pengaruh alkohol dan mengemudi melawan arus.

Selain itu, pengemudi yang melebihi batas kecepatan, knalpot racing (brong) dan pengemudi yang melanggar aturan ODOL (Over Dimension Over Load) juga bakal.dikenai sanksi tilang. (NING)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven − 5 =

Back to top button