Pemerintahan

Pelatihan Ekonomi Produktif Ditutup, Baznas Motivasi Peserta untuk Mandiri

BANJARNEGARA, detakjateng – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara, H. Sutedjo Slamet Utomo SH M.Hum, berpesan kepada peserta pelatihan ekonomi produktif untuk memanfaatkan sebaik-baiknya keterampilan serta sarana kerja yang didapat, sebagai bekal wirausaha.

Motivasi tersebut disampaikan Sutedjo kepada para peserta pelatihan ekonomi produktif yang diselenggarakan Baznas, yang resmi ditutup hari ini, Selasa (15/10/2022) di aula Baznas Kabupaten Banjarnegara.

“Jika Saudara ingin sukses janganlah mudah menyerah dan mengeluh, kerja keraslah dengan bekal keterampilan yang dimiliki agar menjadi wirausahawan mandiri. Manfaatkan juga modal peralatan yang telah diberikan,” ujar Sutedjo.

Selain itu, Sutedjo juga mengingatkan, peralatan kerja yang diberikan Baznas harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, jika tidak maka akan dialihkan kepada pihak yang membutuhkan.

“Silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya, jangan disia-siakan kesempatan dan kemampuan yang sudah Saudara pegang, jadilah wirausahawan yang ulet, atau pekerja tekun,” pesannya.

Penutupan pelatihan ekonomi produktif Baznas ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada perwakilan peserta masing-masing : Siti Kholifatun Nisa (pelatihan menjahit), Eko Ariyanto (pertukangan), dan Slamet Pujianto (las listrik).

Pelatihan ekonomi produktif Baznas yang ketiga di tahun 2022 ini meliputi bidang keterampilan Las Listrik, Pertukangan, Menjahit, dan Pengolahan Sampah. Untuk kursus menjahit 16 orang selama 16 hari, mulai tanggal 24 Oktober 2022, las listrik dengan peserta 10 orang selama 10 hari mulai tanggal 31 Oktober hingga 10 Nopember 2022, pertukangan 10 orang selama 5 hari, dan pengolahan sampah 25 orang.

Kegiatan bertujuan untuk memberikan ketrampilan dan stimulus bagi masyarakat sebagai bekal untuk berwirausaha sesuai bidang usaha yang sedang digeluti. Peserta dibantu alat usaha, diharapkan nanti menjadi wirausaha atau bekerja sesuai ilmu yang dimiliki.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan alat rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada : Kusmiyati, Banjarmangu (Rp. 10 juta), Khotijah, Purwanegara (Rp. 10 juta), Luwuk M Jasin, Bawang (Rp. 15 juta), Marti, Punggelan (Rp. 15 juta), Agniyah, Wanayasa (Rp. 7,5 juta), Tukhainah, Rakit (Rp. 15 juta), Munddy Rani, Karangkobar (Rp. 15 juta), dan Rusinah, Susukan (Rp. 15juta). (Mujipras)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 1 =

Back to top button