Pemerintahan

Miliki 25 Desa Inklusif, Purworejo Diharapkan Jadi Contoh Kabupaten Lain

PURWOREJO, detakjateng–Hari Disabilitias Internasional (HDI) yang diperingati tiap tanggal 3 Desember adalah momentum bersama untuk menyadari bahwa penyandang disabilitas merupakan salah satu potensi dunia. Wakil Bupati Purworejo, Jawa Tengah, Yuli Hastuti menyampaikan hal itu pada peringatan HDI di Aula Kecamatan Purwodadi, Kamis (1/12/2022).

“Selama ini Pemerintah Kabupaten Purworejo senantiasa melakukan berbagai upaya untuk memberikan dukungan bagi semua penyandang disabilitas dengan bekerjasama dengan berbagai pihak. Terima kasih kami ucapkan bagi Pusat Rehabilitasi YAKKUM yang sudah bekerjasama secara terus menerus bersama dengan Pemkab Purworejo. Semoga kerja sama baik lintas sector ini dapat semakin kita kuatkan,” kata Wabup Yuli Hastuti dalam sambutannya.

Acara peringatan HDI berlangsung meriah dengan penampilan para penyandang difabel unjuk kebolehan menyanyi, menari dan bermain drama musikal di hadapan hadirin. Hasil kerajinan tangan dan olahan makanan karya para difabel pun digelar dalam bazar di halaman aula. Wabup Yuli juga menyerahkan bantuan berupa kaki palsu kepada salah satu penyandang difabel, Ribut Rusmini.

“Atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten, saya mengapresiasi kegiatan peringatan HDI di Kecamatan Purwodadi ini. Jumlah anggota Ikatan Disabilitas Purworejo (IDP) Kecamatan Purwodadi ada 60 orang. Bantuan dari pemerintah berupa pelatihan-pelatihan keterampilan yang hasilnya dipamerkan di bazar. Para difabel juga dibuatkan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) agar mereka bisa mandiri,” kata Wabup Yuli Hastuti usai acara.

Sementara itu, Kepala Dinas PPPAKB Permades, Laksana Sakti menjelaskan, desa memiliki peran penting dalam pemberdayaan para penyandang disabilitas. “Pemberdayaan disabilitas bisa dianggarkan melalui dana desa, ada poin-poin SDG’s membentuk desa inklusif. Saat ini sudah ada 25 desa inklusifdi Kabupaten Purworejo,” ujar Laksana Sakti.

Pemerintah desa juga bisa membuat kebijakan agar para difabel harus ikut berperan dalam berbagai kegiatan. “Kebijakan di desa kegiatan, usaha, rencana pembangunan harus ada wakil dari disabilitas. Dalam pelatihan-pelatihan mereka juga harus dilibatkan di tingkat desa,” ujar Laksana Sakti.
Pemkab Purworejo, melalui Dinas Sosial juga memberikab uang jaminan hidup untuk orang disabilitas berat (ODKB) sebesar Rp300 ribu per bulan. Untuk para lansia non produktif ada bantuan sandang (pakaian).

Dalam.kesempatan terpisah, Kepala Bagian Program Rehabilitasi Holistik pada Pusat Rehabilitasi YAKKUM, M Aditya Setiawan menjelaskan, pihaknya telah lama bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo.

“Saat ini merupakan tahun kelima kami untuk melaksanakan program desa inklusif disabilitas di 25 desa untuk menjadi desa inklusif. Hal tersebut tentu saja tidak dapat kami lakukan sendiri sehingga peran aktif berbagai pihak menjadi sapek yang sangat penting. Semoga peringatan HDI tahun ini akan menjadi langkah awal untuk menjadikan Kabupaten Purworejo menjadi kabupaten yang lebih inklusif dan dapat menjadi contoh bagi kabupaten yang lain,” ujar Aditya. NING.

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 − 4 =

Back to top button