Berita Utama

PT Djarum Kudus Bangun 35 Unit Rumah Sederhana Layak Huni

REMBANG, detakjateng – Wajah sumringah dan senyum bahagia terpancar pada lima warga Desa Sarangmeduro, Kecamatan Sarang, Rembang, kemarin.

Pasalnya rumah mereka yang semula kumuh, reyot dan masuk katagori tidak layakhuni, kini berubah baik, baru dan layak huni setelah di bangun oleh PT Djarum Kudua dalam program bedah rumah sederhana layak huni (RSLH).

Saneb (51) satu dari lima warga Desa Sarangmeduro yang beruntung rumahnya di rehab PT Djarum Kudus kepada media mengaku sangat senang kini rumahnya baru. Ia mengaku sebelumnya rumahnya yang terletak di bibir pantai Sarang ini reyot dan jika musim hujan seperti sekarang gentingnya bocor.

Proyek rehabilitasi lima rumah tidak layak huni di Desa Sarang Meduro oleh PT Djarum Kudus kemarin diserahkan. Hadir pada kesempatan itu antara lain Kepala Biro Kesra Pengprop Jateng Imam Maskur, Staf Ahli Bupati Rembang Budi Asmara, Deputy General Manager Corporate Communication PT Djarum, Achmad Budiharto dan sejumlah undangan lain.

Ahmad Budiharto menjelaskan, semula pihaknya ingin ada 10 rumah di Kabupaten Rembang menjadi sasaran program ini. Namun setelah melalui proses verifikasi, hanya ada 5 rumah.

“Di Pemalang kami bangun 10 rumah, di Kudus baru saja melakukan hal yang sama 10, alhamdulilah sudah selesai. Tadinya penginnya di Rembang 10 rumah juga, tapi data yang disajikan ke kita hanya 3. Kalau 3 sayang deh, mbok jangan 3. Akhirnya dicari-cari dapat 5 rumah. Dua Minggu lagi di Demak ada 10 rumah, “ terang Achmad Budiyanto.

Dia menambahkan, pihaknya tidak menyerahkan dana stimulan Rp 17,5 Juta, sebagaimana program dari pemerintah.

Alasannya, banyak warga penerima bantuan yang justru merasa keberatan, karena harus mencari dana tambahan, untuk memenuhi spesifikasi rumah yang telah ditentukan.

Harapannya memang ada bantuan swadaya masyarakat. Tapi kalau daerah kemiskinan ekstrim, kondisi ekonomi tetangga kanan kirinya, juga tidak jauh berbeda. “Kalau pakai dana stimulan, penerima malah keberatan, nggak cucuk, “ imbuhnya.

PT Djarum akhirnya memutuskan menanggung seluruh biaya bedah rumah, setiap unit Rp 60 Juta. Ia memastikan rumah dalam kondisi kuat dan memperhatikan unsur kesehatan, termasuk dikeramik lantainya.

“Kita tidak ingin memberatkan masyarakat, semuanya kita tanggung. Tapi konsep gotong royong tetap dijalankan. Saat renovasi, kita berdayakan masyarakat sekitar, “ beber Budiharto.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur menyampaikan bersedekah kepada warga miskin, tidak akan membuat melarat. Tapi justru sebaliknya, ia berharap PT Djarum akan semakin tumbuh berkembang.

“Semakin jenengan sedekah kepada orang-orang miskin, insyaallah Djarum akan tambah luar biasa. Cara Djarum ini layak ditiru perusahaan-perusahaan lain, “ tuturnya.

Imam juga mencontohkan pegawai di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, gajinya langsung dipotong 2,5 % untuk zakat. Setiap bulan terkumpul uang zakat antara Rp 6 – 7 MIliar.

“Setahunnya sekira 60 – 70 Miliar. Apalagi kalau ada pendapatan lain, misalnya ada THR dan gaji ke-13 itu satu bulannya bisa sampai Rp 11 Miliar, “ kata Imam.

Dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrim, Imam menimpali ada sejumlah sektor digarap pemerintah, meliputi air bersih, jambanisasi, listrik dan rumah sehat layak huni.

Lima rumah warga Desa Sarangmeduro Kecamatan Sarang yang dirombak total, masing-masing milik Taslimah, Tasmini, Nanang Abdul Muhid, Kasiyati dan Sanib. (Daryono)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + 18 =

Back to top button