Pendidikan Dan Budaya

Siap-siap, Tahun 2023 Ada 1.333 Formasi Guru di Kabupaten Purworejo

PURWOREJO, detakjateng-Jumlah Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Purworejo semakin berkurang. Dari yang semula jumlahnya ribuan, kini ‘hanya’ tinggal ratusan.

Berkurangnya jumlah GTT tersebut bukan karena tak ada minat untuk menjadi pengajar, tetapi karena sekarang telah sukses berstatus ASN dan PPPK. Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan mengemukakan hal tersebut saat diwawancara awak media pada resepsi peringatan Hari Guru dan HUT PGRI di Gedung PGRI, Sabtu (10/12).

“Tahun 2023, akan ada 1.333 formasi baru di Kabupaten Purworejo, sudah fix. Saat ini jumlah GTT tinggal 400-an orang, ada yang karena belum memenuhi syarat ada yang pas seleksi tahun 2022 salah data dan lainnya. Kami berharap agar tahun depan semua formasi bisa terisi,” kata Gunawan.

Hari Guru dan HUT PGRI diperingati setiap tanggal 25 November, diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan. Puncak acara atau resepsi diadakan hari ini, dihadiri oleh Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Wasit Diyono serta perwakilan pengurus dari 16 kecamatan.

“Kami harap dalam usia yang ke-77 tahun ini, PGRI Kabupaten Purworejo khususnya, makin bisa bersinergi dengan Pemkab. Apa yamg menjadi masalah dalam dunia pendidikan dapat dirembug bersama mencari solusi. Sehingga cita-cita membentuk anak didik yang religius dan berdaya saing akan tercapai,” harap Gunawan.

Lanjutnya, sejak tahun 2022, PGRI Kabupaten Purworejo telah membentuk sebuah organisasi ‘Solidaritas Kita’, diketuai secara ex officio oleh Wkail Ketua PGRI Kabupaten Purworejo. Salah satu kegiatan organisasi adapah memberikan santunan purna tugas dan santunan kecelakaan kerja bagi anggota yang bukan berstatus ASN dan P3K.

“Bagi yang berumur 60 tahun dan tidak sempat menjadi ASN/P3K akan.mendapat tali asih berdasarkan masa kerja. Begitu pula PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang berusia 58 tahun kami berikan tali asih. Uang tersebut berasal dari sumbangan anggota tiap bulan Rp2.000, dalam satu tahun terkumpul hampir Rp200 juta,” jelas Ketua Organisasi Solidaritas Kita, Eko Partono.

Eko yang mantan Kepala SMPN 4 Purworejo itu menjelaskan bahwa, besaran tali asih untuk guru non ASN dan non P3K yang memiliki masa bakti 16 tahun sebesar Rp2 juta. Sedangkan tertinggi, masa bakti 30 tahun ke atas mendapatkan Rp3 juta. (NING)

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + 13 =

Back to top button