Pendidikan Dan Budaya

Mengokohkan Sebagai Universitas Kependidikan, UNY Buka Program Magister Kebijakan Pendidikan

YOGYAKARTA, detakjateng.co.id – Pada tahun 2022 lalu Scimago Institution Rangking (SIR), sebuah lembaga pemeringkatan perguruan tinggi telah merilis hasil peringkat perguruan tinggi terbaik dengan tiga indikator utama penilaian yaitu kinerja penelitian dengan bobot 50%, hasil inovasi 30%, dan dampak sosial yang diukur dari visibilitas website perguruan tinggi yang bersangkutan berbobot 20%. 
Menurut  Ketua Program Studi Kebijakan Pendidikan,Ariefa Efianingrum,seperti dilansir dari laman uny.ac.id, universitas yang dahulu memiliki nama IKIP Yogyakarta ini berhasil menembus peringkat 3 nasional dan peringkat 607 dunia sebagai perguruan tinggi terbaik menurut SIR. Menyambut prestasi tersebut sesuai dengan jargonnya “unggul, kreatif, dan inovatif berkelanjutan” UNY semakin giat menyusun langkah untuk mengokohkan diri sebagai tempat lahirnya pendidik-pendidik yang berkualitas. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya program studi magister pendidikan yang ditawarkan.

” Demi memperkokoh jati diri sebagai universitas pendidikan, UNY terhitung telah memiliki 132 program studi yang terdiri dari 11 program diploma, 14 sarjana terapan, 60 program sarjana, kemudian pada pendidikan pasca sarjana terdapat 33 program magister, dan 12 program doktoral. Adapula 2 program profesi yaitu PPG dan PS-PPI dengan 133 program studi yang terakreditasi nasional dan 51 terakreditasi internasional,” jelas Ariefa.

Tidak puas sampai disitu, perguruan tinggi yang telah menginjak usia ke-58 ini kembali menawarkan program studi magister baru pada akhir tahun lalu. Fakultas Ilmu Pendidikan yang telah memiliki jenjang hingga S3 pada beberapa program studi seperti Manajemen Pendidikan (MP), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Bimbingan Konseling (BK), kini menghadirkan program studi magister baru yaitu Kebijakan Pendidikan (KP) yang diperkuat dengan empat guru besar dan tujuh doktor. Dikutip dari laman uny.ac.id, harapan yang besar diungkapkan oleh Wakil Retor Budang Umum dan Keuangan, Edi Purwantara pada (12/12/2022) agar program studi Kebijakan Pendidikan ini nantinya dapat sampai pada jenjang S3 sehingga dapat ikut ambil peran dalam melahirkan generasi yang unggul.

Ariefa Efianingrum menjelaskan, kebijakan pendidikan dibangun dengan memperhatikan konteks pendidikan serta pentingnya peran dari keilmuan Kebijakan Pendidikan yaitu sebagai landasan dan instrumen atas pembangunan pendidikan di Indonesia salah satunya yaitu kurikulum pendidikan.

” Kebijakan pendidikan terdiri atas beberapa level mulai dari tingkat internasional, nasional, lokal hingga tingkat sekolah yang langsung melaksanakan kurikulum. Hal tersebut diungkapkan oleh Wil Veugelers, seorang Professor of Education dari University of Humanistic, Utrecht yang juga mengingatkan bahwa kurikulum yang bagus akan tidak maksimal jika tidak disosialisasikan dengan maksimal. Maka dari itu perlunya adanya keilmuan menganai kebijakan pendidikan untuk menunjang kolaborasi antara pemerintah dengan sekolah,” tambahnya ( Tinta Mutiara Nisa/ red).

Lainnya

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × three =

Back to top button